Kelakar dan Mimpi Prof Sofyan S Harahap

*** Irwan Wisanggeni, Majalah News Letters FE Usakti April 2012

Telepon pagi hari ini begitu mengagetkan saya, seorang civitas akademi FE Usakti, mengatakan kepada saya ” Bang, Profesor Sofyan meninggal.” Saya langsung terdiam dan menengadah kelangit-langit. Pikiran saya menerawang, merenungi kepergian mendadak Sang Profesor.
Disaat itu saya teringat kata-kata Pramudya Anantatoer sehubungan dengan “pemikiran dan sepak terjang seseorang”, Pram mengatakan ” Pemikiran dan Sepak Terjang seseorang akan tetap hidup walau dia sudah mati”, apa benar ucapan ini?. Setelah saya renungkan mungkin ada benarnya kata-kata Pram.

Kenangan para mahasiswa yang pernah diajar oleh Profesor Sofian S Harahap pasti terus melekat. Pemikiran-pemikirannya yang menerebos sanubari dan penad. Saya secara pribadi jika bertemu dengan beliau selalu ingin bertanya, beliau selalu berkata ” Mana tulisan kau untuk majalah FE Usakti dan Ekonomi Syariah”, jika berdiskusi soal ilmu ekonomi baik diruang kelas ataupun di lorong-lorong kampus, Prof selalu menekan soal ekonomi kerakyatan yang berbasis Syariah. Kadang saya berbeda pendapat dengan Profesor dalam diskusi soal ini, tapi beliau menanggapi dengan kalimat kelakar.
Di Universitas Padjajaran Bandung, saya pernah bertemu dengan sahabat Prof waktu kuliah di AS, Dr J Ginting namanya, beliau selalu menitipkan salam kepada saya untuk Prof, “sampaikan salam hormat saya untuk Prof Sofyan ya dik, saya sangat menghormati pemikiran beliau”. Ketika saya ke gedung DPR, didalam gedung DPR seseorang memberi salam kepada saya dengan berseloroh, ” Nah ini dia, anak buah Prof Sofyan pakar ekonomi Syariah.” Dari semua kejadian diatas yang saya alami, jelas kata-kata Pram memang benar adanya. Manusia dikenang karena pemikiran dan sepakterjangnya.

Profesor Sofyan juga demikian. Ia dikenal dan dikenang karena pemikiranya soal Ekonomi Syariah dan sepak terjangnya yang teguh memegang prinsip. Terakhir saya bertemu Prof diruang dekan FE Usakti, dia bertanya” Apakah kau, sudah bertemu dengan pak AB ?’, saya jawab ” belum Prof, beliau sulit ditemui”. dia berseloroh ” Selama Pak AB belum ke akhirat pasti dapat ditemui”, saya tertawa atas kelakar Prof, tapi rupanya itulah kelakar beliau yang terakhir untuk saya. Sekarang tak ada lagi yang meminta artikel saya untuk FE Usakti dan majalah Syariah dan tak ada lagi tawa renyah sang guru besar FE Usakti.

Mimpi Profesor Sofian adalah menjadikan perekonomian Indonesia lebih Prorakyat dan memperkecil peran kapitalisme dengan berbasiskan Ekonomi Syariah, semoga mimpi ini terwujud. Wualualam..**

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s