Sosialisme,Kapitalisme,Syariah dan Kemiskinan Struktural

ANGKA kemiskinan di Indonesia data terakhir menunjukan angka yang membuat hati kita miris.Memang sumber statistik resmi (Biro Pusat Statistik)jumlah orang miskin tahun 2010 adalah 31,02 juta jiwa atau 13,33 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 238 juta jiwa.

Bahkan DR B Herry Priyono (dosen Program Pasca Sarjana Driyakarya) memaparkan dalam opini di koran Kompas  baru-baru ini menunjukan angka yang lebih dasyat lagi dimana warga Indonesia yang bertahan hidup dengan penghasilan kurang dari Rp.18.000 perhari pada tahun 2010 ini berjumlah 121,7 juta jiwa,ini bukan berita baru ,kita telah lama menghabiskan waktu bersitegang tentang itu.

Kita menghela nafas kecewa ketika melihat angka kemiskinan yang begitu besar.Memang pemerintah berusaha melakukan bantuan-bantuan dengan program jaring pengaman sosial dan  bantuan raskin(beras miskin) tapi program ini tidak mengobati penyakit kemiskinan dengan tepat guna dan tepat sasaran,karena orang miskin dari tahun ketahun terus bertambah.

Sejarah sistem ekonomi Indonesia yang lebih dari 65 tahun merdeka,memakai sistem ekonomi berbasis sistem ekonomi Pancasila yang pada hakekatnya sangat positif dan memihak pada ekonomi kerakyatan.

Kapitalisme dan Sosialisme

Dalam tingkat pelakasanannya sistem ekonomi Indonesia lebih “miring”ke kapitalisme atau kapitalisme malu-malu( meminjam istilah Prof DR Arief Budiman,Guru besar dari Melbourne University),dan sistem yang condong ke kapitalisme sejak masa Orde Baru,karena pada masa itu hubungan Indonesia sangat mesra dengan bapaknya kapatalisme dunia Amerika Serikat.

Tapi sistem ekonomi kapatalisme tidak lagi dapat diharapkan terlalu banyak untuk menaklukan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

Karena sistem ini bagaikan raksasa yang sedang limbung,Global Financial Krisis(GFC) di Amerika Serikat yang mulai melanda diawal kwartal ketiga tahun 2008.

Penyebab dari GFC adalah kredit perumahan yang macet di perusahaan-perusahaan raksasa seperti  Lehman Brothers dan  dampaknya masih dirasakan sampai sekarang.GFC bisa dikatakan buah dari sistem ekonomi kapitalisme.Apakah mainstream sistem ekonomi kapatalisme dunia mulai goyah?Sebagian orang sudah mulai meragukan akan kehebatan sistem ekonomi kapitalisme yang dianut Amerika Serikat  dan dunia barat pada umumnya.

Tidak dipungkiri bahwa Indonesia juga menjadi negara terpengaruh negatif atas  GFC sehingga kondisi dan pertumbuhan perekonomian nasional memburuk yang tentunya merambah keberbagai sektor ekonomi.

Kapitalisme sudah dicoba dan gagal ,sebagai contoh,peran sistem ini di Indonesia ialah,IMF(International  Monetary Fund) tetap mengambil peranya di kiprah perenomian internasional.IMF adalah salah satu lambang kapatalisme global yang bertujuan membantu negara-negara dengan paket bantuanya.

IMF memberikan saran praktis terhadap negara-negara yang meminta bantuanya, termasuk Indonesia misalnya beberapa subsidi dicabut,BUMN diprivatisasi dan itu terjadi sampai saat ini .tapi semua kebijakan itu tidak bisah melepas bangsa Indonesia dari hantu kemiskinan.

Kepada sistem sosialisme kitapun tidak mungkin mengharapkan untuk dapat mengatasi kemikinan  karena komunisme dan sosialisme telah berakhir,sistem yang di tawarkan Karl Marx ini gagal dengan runtuhnya Republik Sosialis Uni Soviet tahun 1990 dimana Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet setuju untuk melepaskan monopoli atas kekuasaan.

Ekonomi Syariah

Sekarang pilihanya jatuh pada sistem ekonomi Syariah yang belum pernah dicoba untuk diterapkan secara masif dalam sekala ekonomi makro Indonesia untuk bisa menjebol batu karang kemiskinan yang menindih bangsa kita dari masa kemasa.

Dalam surat Al-Mai’dah(5):2 dijelaskan disana:”…Dan tolong-menolonglah dalam(mengerjakan)kebajikan dan takwa,dan janganlah tolong-menolong dalam(mengerjakan)dosa dan pelanggaran…”( dikutip ayat suci ini dari buku Islamic Management Prof Dr H Veitshal Rivai,MBA).

Jelas dari makna ayat tersebut mengandung suatu nilai dan semangat gotong royong dan kerjasama yang baik,penulispun yakin ada banyak ayat-ayat suci di Al Quran yang dapat memberikan dasar pada sistem ekonomi syariah dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia.

Jika ditelaah memang dasar konsep pembiayaan di sistem ekonomi syariah dapat sangat membantu ekonomi kecil dalam hal ini ekonomi kelas rakyat,misalnya sistem bagi hasil mencerminkan semangat memikul resiko bersama.

Penulis pernah bertanya dengan seroang pakar ilmu syariah dan juga praktisi di bank syariah,soal peran ekonomi syariah terhadap kemiskinan yang terjadi di Indonsia?Jawabannya ekonomi syariah kedepan akan terus berkembang dan pastinya akan memberikan solusi dari tantangan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

Walaupun dalam diskusi itu tidak dijawab secara teknis tapi penulis dapat merasakan ada semangat dalam sistem ekonomi syariah untuk membantu rakyat miskin dengan berbagai sistem yang ditawarkan oleh perbankan syariah.

Sebagai pembanding,Muhamad Yunus seorang bankir dari Banglades yang mengembangkan konsep ekonomi mikro, mengembangkan pinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu ke bank umum.Yunus mengimplementasikan gagasan ini dengan mendirikan Grameen Bank dan Yunus mendapatakan hadiah nobel tahun 2006.

Semangat  Muhamad Yunus mungkin dapat ditiru oleh bank pembiayaan syariah untuk memberdayakan orang-orang miskin.

Ekonomi syariah memang ilmu ekonomi yang baru berkembang dan masih terus dikaji untuk bisa berperan lagi dimasyarakat khusunya membantu memberdayakan orang miskin.

Penulis yakin kedepannya sistem ekonomi syariah akan menjawab tantangan untuk bisa membantu mengentaskan kemiskinan struktural di Indonesia.

*Irwan Wisanggeni

Wacana Radar Banten 7-5-2011

illustration: ramirobenko.dancersblogs.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s