MENGENANG PRAMOEDYA ANANTATOER

By:Irwan Wisanggeni,Mahasiswa Pascasarjana Trisakti

Forum Media Indonesia 10-2-2011

 

 

 

”The People must know their History”(rakyat mesti tahu sejarahnya) ,Maxim Gorky

6 Februari 2011 mendatang,merupakan hari kelahiran Pramoedya Anantatoer yang ke 85 tahun, sastrawan garda depan Indonesia ,si- Albert Camus-nya Indonesia ,julukan Pram dari The San Fransisco Chronicle.
Ada perasaan kehilangan yang besar dari dunia sastra Indonesia atas kepergian Pram ini,mau tidak mau suka atau tidak suka Pram banyak menyumbang karya sastra dan pemikiran-pemikiranya tetap hidup dikalangan penggemar sastra dan pencinta demokrasi di era sekarang ini.
Dikesempatan ini penulis ingin membuat kajian untuk melihat pemikiran-pemikiran Pram secara mendalam dengan membedah beberapa karya sastra Pram dan juga komentar Pram tentang situasi bangsanya.

Realisme Sosialis

Realisme sosialis lahir sebagai penerus dari seni kritis yang tertutama merupakan bentuk baru dari tradisi realisme yang berkembang di Eropa.Realisme klasik dalam catatan George Lukacs ,muncul atas “membuyarnya awan misitisme ,yang mengelilingi fenomena sastra dengan warna dan kehangatan puitik serta merupakan atmosfer yang akrab dan menarik di sekitarnya,
Karya Pram menyatu dalam aliran Realisme Sosialis .Bagi Pram salah satu watak realisme sosialis adalah “terutama memberanikan rakyat untuk melakukan orientasi terhadap sejarahnya sendiri”.
Pengaruh realisme sosialis jelas bukan sesuatu yang mengada-ngada ,sebab Pram sendri kerap kali mengungkapakan antusiasme terhadap aliran ini.sebagai bukti Pram pernah menulis makalahnya dalam kesempatan memberikan saran sebuah seminar di Fakultas sastra Universitas Indonesia pada tanggal 26 Januari 1963 dengan judul Relisme Sosialis dan Sastra Indonesia .Selain oleh Pram ,klaim realisme sosialis juga digunakan oleh Lembaga Kebuadayaan Rakyat (Lekra) tempat dimana Pram duduk sebagai anggota Pleno di sana.
Dalam tradisi seni sastra,kelahiran realisme sosialis sebagai aliran seni agak sulit ditentukan waktunya secara pasti .Akan tetapi ,menurut Pram ,realisme sosialis diperkirakan muncul sekitar tahun 1905.Dalam hal ini Maxim Gorky adalah pengarang yeng sering dianggap pelopor dan pendiri realisme sosialis.
Karya Pram banyak di pengaruhi oleh Maxim Gorky bapak relisme sosialis.Sebut saja karya terbesar Pram –tetralogi Karya Buru meliputi Bumi Manusia,Anak Semua Bangsa,Jejak Langkah dan Rumah Kaca,ditulis dengan latar belakang sejarah yang kuat zaman pergerakan nasional Indonesia kurun waktu 1898-1918.Dalam roman Arus Balik ,Pram juga melakukan rekam sejarah sekitar abad ke 16 mengenai masuknya Islam ke tanah Jawa .Kegandrungan Pram terhadap sejarah dipengaruhi oleh teori sederhana Maxim Gorky;”The People must know their History”(rakyat mesti tahu sejarahnya) karena bagi Pram realisme sosial adalah menggali nilai-nilai luhur dari sejarah dan membuang keburukan ,mengambil yang benar .

Pesan Moral
Karya Pram jika dikaji arahnya pada pencitraan revolusi Indonesia.Pram dalam novel-novelnya memiliki gaya penguasaan bahasa dan keaslian dari imajinisasi yang mentransformasikan kekuatan Revolusi.
Bila diurai pesan-pesan (masage) dalam novel-novelnya kita akan menjumpai soal penindasan terhadap nilai-nilai kemanusian,semua tersajikan dalam bentuk pertanyaan ,renungan dan percakapan.
Dalam kisah “Bumi Manusia” dapat disimak bagaimana kaum Eropa (Belanda) memandang rendah bumi putera (pribumi) Nampak jelas dalam percakapan dalam novel tersebut antara tuan Mellema yang keturunan Belanda dan kayaraya ,sangat memandang rendah tokoh Minke yang berasal dari kaum pribumi ,nampak dalam percakapan tuan Mellema berkata pada Minke ;”Siapa ,kasih kowe ijin datang kemari,monyet”…”Kowe kira kalau sudah pake pakean Eropa,bersama orang Eropa,bisa sedikit bahasa Belanda lantas jadi Eropa !”(Toer ,1980:37) dari sepenggal percakapan ini jelas tergambar adanya pesan moral bagaimana perbedaan ekstrem antara kelas atas dengan kelas bawah .Situasi ini masih relevan ditengah kita dewasa ini.Jurang pemisah antara yang berpunya dan tak berpunya begitu dalam karena status sosial yang menjadi pemicu ini semua.
Nilai lain dalam karya-karya Pram adalah pesan moral ,kekerasan kepada manusia.keinginan dan ambisius acapkali mendorong kebradaan kemanusiaan sehingga orang lupa dengan norma kekerasan ini direfleksikan dalam novel “Gadis Pantai” dimana kekerasan dalam bentuk verbal yang merendahkan dimunculkan disana,”Kusir melompat dengan segera menghadap sebelum sempat dekat gadis pantai ,ia dengan suara lain mendesis ,dasar perempuan kampungan!”(Toer ,2000:126).Gadis pantai yang merupakan orang pesisir pantai direndahkan derajat kemanusianya dengan kata-kata penghinaan.
Pesan lain yang dimunculkan Pram ,penghisapan manusia atas manusia istilah yang dipakai oleh Pram untuk menjelaskan bentuk penindasan yang diciptakan secara sistemik.nampak dalam buku karyanya kisah tempat dia ditahan di Pulau Buru , judul buku nya “Nyanyi Sunyi Seorang Bisu” ,Pram menggambarkan bagaimana bentuk kekerasan dan penindasan muncul di kamp tawanan PKI untuk narapidana politik ,kehidupan para tahanan mengalami tekanan psikis dan fisik.Jika salah para tahanan dipukuli sipir bahkan Pram pernah dipukul dengan popor senapan hingga pendengaranya tuli.Hasil ternak yang dipelihara tahanan hasilnya di jarah sipir seenaknya ,Pram sebagai salah satu tawanan disana tidak boleh melakukan aktifitas menulis hanya bisa bercocok tanam dan berternak.Hanya dengan semangat hidup dan mempertahan diri yang kuat yang bisa hidup dalam situasi tahanan yang menyiksa.Pram melukiskanya dengan sempurna potret kehidupan narapidana disana,pesan moral yang bagus untuk tidak meyerah dalam bentuk penindasan sekeras apapun.

Indonesia dan Pemuda
Kecintaan Pram kepada rakyat kecil tidak pernah luntur atau hilang,seperti yang mencuat dalam karya-karyanya dimana tokoh-tokohnya yang notabene rakyat kecil,berusaha melawan tekanan yang menghimpit
Menurut Pram ,meskipun kekayaan alam yang dimiliki sangat melimpah ,namun Indonesia tidak bisa menjadi negara yang kuat dan tetap diinjak-diinjak pihak asing.Hal ini disebabkan budaya bangsa ini terkebelakang,”Budaya kita itu bangga memakai produk asing hasil utang.Contohnya,kita senang memakai mobil mewah buatan luar negeri dan bangga dikatakan makmur,Padahal ,kenyataanya kita itu miskin ,karena yang kita pakai itu produk utang,bukan buatan sendiri,”ujarnya.
Ketika sakit dan dalam situasi beberapa kali koma,Pram dibisiki mantan ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang kalah itu sudah menjadi politisi di PDIP,”Jangan pergi Bung Pram ,Indonesia masih membutuhkan Bung,”Pram menjawab dengan berguman keras tampa arti dan tangan terkepal keatas seolah-olah mengisyaratkan “Saya mau dan saya akan terus berjuang untuk Indonesia”.
Minat Pram terhadap generasi muda juga nampak dimana Pram mengatakan “Mahkota sebuah bangsa adalah pemuda,dan sepanjang segala zaman pemuda yang menoreh pada perubahan sejarah”, kata –kata ini yang selalu diucapkan ketika beliau didiminta untuk berorasi didepan pemuda-pemuda. Rumah Pram di Bojong Gede Jawa Barat selalu dikunjungi dari kalangan pemuda dan mereka senang berdiskusi denganya.
Pemikiran-pemikiran Pram dikalangan pemuda aktivis pro rakyat selalu menjadi roh penyemangat untuk melakukan pergerakan.Bahkan ketika buku-buku karangan Pram dilarang para pemuda dan aktivis dikampus disekitar tahun 1980a-n,membaca dan memperbanyak secara sembunyi-sembunyi lalu mendiskusikan untuk dijadikan bahan bakar melakukan perlawanan terhadap rezim korup di zaman Orba.
Semasa hidup Pram yang lahir di Blora tahun 1925 ini mendapatkan penghargaan dari seantero dunia ,penghargaan yang didapat Pram seperti Freedom Write Award (PEN)-Wertheim Award-ramon Magsaysay award-Unesco Madanjeet Singt Price New York Foundation For The Art Award-Fukota Cultural Grand Prize –Doktor Humane Latter dari Michigan University.Ironis di negeri yang ia sayangi sampai akhir hayatnya ,ia tidak pernah mendapatkan segelintir penghargaan apapun.
Lebih mengherankan ketika zaman Orba buku-buku Pram dilarang ,dipandang sebelah mata oleh pemerintah yang tidak menyukainya tapi di Malaysia dan Singapura buku-buku Pram menjadi bacaan wajib murid SMA .
Tanggal 30-April-2006 kala itu seingat penulis langit di Jakarta sepanjang Minggu siang mendung dan sekali-kali guntur bergemuruh diangkasa seakan berduka atas kepergian sastrawan besar Indonesia yang sangat saya hormati.Warisan pemikiran Pram akan terus menarik dan penad (relevan) tidak lekang dimakan waktu,tulisan-tulisan Pram terus menjadi kajian menarik buat pemuda-pemuda pecinta demokrasi dan sastra di tanah air,akan ada Pramudya-Pramudya ,Pramis-Pramis baru yang akan terus melanjutkan cita-cita Bung Pram ,Pram menamakan pemikiranya Pramis,tidurlah dalam damai Bung Pram.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s