BERSATU KITA KUAT, KUAT KITA BERSATU

Falsafah sesendok nasi

Bung Karno pernah berkata, “Bersatu kita Kuat, Kuat Kita Bersatu.

Ungkapan itu sederhana tapi pentingdan mendalam  artinya. Melihat keterpurukan Indonsia di  segala aspek terutama bidang ekonomi,  menjelaskan kepada kita ada sesuatu yang salah dalam berbangsa sebagai rakyat atau di pengambil keputusan,  pihak elit negeri ini.

Diskusi dengan DR Yvone Agustine MBA bisa jadi pelajaran tersendiri. Berbicara tentang bagaimana China bisa menjadi bangsa yang kuat, dimana peletakan dasarnya dimotori Mao Zhe Dong bapak Revolusi kebudayan. Itu pun dibutuhkan proses panjang.

Mao membawa bangsa China pada swasembada di segala hal. Antara lain  menolak tunduk  dominasi asing dengan prinsip sederhananya BERDIKARI. Menarik untuk dikaji persatuan dan rasa seia sekata dari bangsa Tiongkok pada saat Revolusi Kebudayaan, yaitu membayar utang negaranya yang besar, dengan cara mengurangi makan satu suap setiap hari untuk semua rakyat. Hebatnya, terbukti dalam kurun waktu satu tahun utang yang besar dapat dilunasi.

Semua itu menunjukkan adalah benar persatuan dan kekompakan  sangat penting untuk membangun  bangsa yang besar dan kuat seperti yang dicita-citakan bapak-bapak pendiri bangsa di bumi pertiwi. Sejarah sudah membuktikan itu!

foto ilustrasi: http://www.wrap.org.uk

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s